Klasifikasi IQ berbeda untuk setiap metode test yang digunakan.
Quote :
1. Stanford-Binet mengklasifikasikan nilai IQ normal berkisar antara 85 - 115
2. Lewis Terman mengklasifikasikan IQ normal berkisar 90 - 109
3, Wachsler mengklasifikasikan IQ normal pada angka 100 dengan nilai toleransi 15
(berarti 85 - 115)
Spoilerfor IQ :
A. Kelompok bodoh IQ dull/ bordeline (70-79)
Kelompok
ini berada diatas kelompok terbelakang dan dibawah kelompok normal (sebagai
batas).
Secara bersusah paya dengan beberapa hambatan, individu tersebut dapat
melaksanakan sekolah
lanjutan pertama tetapi sukar sekali untuk dapat
menyelesaikan kelas-kelas terakhir di SLTP
B. Normal rendah (below avarage), IQ 80-89
Kelomok ini termasuk kelompok normal,rata-rata atau
sedang tapi pada tingakat terbawah, mereka agak
lambat dalam belajarnya, mereka
dapat menyelesaikan sekolah menengah tingkat pertama tapi agak
kesulitan untuk
dapat menyelesaikan tugas-tugas pada jenjang SLTA.
C.
Normal sedang, IQ
90-109
Kelompok
ini merupkan kelompok normal atau rata-rata, mereka merupkan kelompok terbesar
presentasenya dalam populasi penduduk.
D. Normal tinggi (above average) IQ 110-119
Kelompok ini merupakan kelompok individu yang normal
tetapi berada pada tingkat yang tinggi.
E. Cerdas (superior) ,IQ 120-129
Kelompok ini sangat berhasil dalam pekerjaan
sekolah/akademik. Mereka reringkali tedapat pada kelas
biasa. Pimpinan kelas
biasanya berasal dari kelompok ini.
F. Sangat cerdas (very superior/ gifted) IQ 130-139
Anak-anak
very superior lebih cakap dalam membaca, mempunyai pengetahuan yang sangat baik
tentang
bilangan, perbendaharaan kata yang luas, dan cepat memahami pengertian
yang abstrak. Pada umumnya,
faktor kesehatan, ketangkasan, dan kekuatan lebih
menonjol dibandingkan anak normal.
G. Genius IQ 140 >
Kelompok ini kemampuannya sangat luar biasa. Mereka pada umumnya
mempunyai
kemampuan untuk menyelesaikan masalah dan menemuka sesuatu yang baru
meskipun dia
tidak besekolah. Kelompok ini berada pada seluruh ras dan bangsa,
dalam semua tingkat
ekonomi baik laki-laki maupun perempuan. Contoh orang-orang
genius ini adalah Edison
dan Einstein.
Uraian
diatas menjelaskan tentang tingkat intelegensi dalam ukuran secara kognitif ,
pandangan lama menunjukkan bahwa kualitas intelegensi atau kecerdasan yang tinggi
dipandang sebagai faktor yang mempengaruhi keberhasilan individu dalam belajr
dan meraih kesuksesan.
Namun
baru-baru ini telah berkembang pandangan lain yang menyatakan bahwa faktor yang
paling dominan yang mempengaruhi keberhasilan individu dalam hidupnya bukan
semata-mata ditentukan oleh tingginya kecerdasan intelektual, tapi oleh faktor
kemantapan emosional yang ahlinya yaitu Daniel Goleman disebut Emotional
Intelegence (kecerdasan emosinal).
Bedasarkan
pengamatannya, banyak orang yang gagal dalam hidupnya bukan karena kecerdasan
intelektualnya rendah, namun mereka kurang memiliki kecerdasan emosional
mekipun intelegensinya berada pada yingkatan rata-rata. Tidak edikit orang yang
sukses dalamnya hidupnya karena memilki kecerdasan emosional .
Kecerdasan
emosional ini semakin perlu di pahami, dimilki dan diperhatikan dalam
pengembangannya karena mengingat kehidupan dewasa ini semakin kompleks.
Kehidupan yang sangat kompleks ini memberikan dampak yang sangat buruk terhadap
konstelasi kehidupan emosional individu. Dalam hal ini Daniel Goleman
mengemukakan hasil survei terhadap para orang tua dan guru yang hasilnya bahwa
ada kecenderungan yang sama di seluruh dunia, yaitu generasi sekarang banyak
mengalami kesulitan emosional daripada generasi sebelumnya, mereka lebih
kesepian dan pemurung, lebih bringasan dan kurang menghargai sopan santun,
lebih gugup dan mudah cemas, lebih impulsif dan agresif.
Ingin mengetahui berapa nilai IQ kalian?? Download DISINI dan ikuti Gamesnya....
sumber | iniunic.blogspot.com | http://www.kaskus.co.id/thread/50ff59c2631243272d000000/tingkatan-iq-manusia--agan-termasuk-golongan-yang-mana/